Laman

Rabu, 26 September 2012

Gerhana matahari dan bulan beserta planet-planet yang baru di temukan di tata surya


1.1            Gerhana Matahari


Gambar 1.1 Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin.


Gambar 1.1 Gerhana Matahari Total

Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.


Gambar 1.1 Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.


    Gambar 1.1 Gerhana Matahari Cincin

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana Matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

 

 


1.2   

1.2   Gerhana Bulan


               Gambar 1.2 Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Macam-macam Gerhana Bulan

Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:

1.      Gerhana Bulan Total

Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.


Gambar 1.2 Gerhana Bulan Total

2.      Gerhana Bulan Sebagian

Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian.


Gambar 1.2 Gerhana Bualan Sebagian

3.      Gerhana Bulan Penumbral Total

Pada gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.

 Gambar 1.2 Gerhana Bulan Penumbral Total

 

 

4.      Gerhana Bulan Penumbral Sebagian


Gambar 1.2 Gerhana Bulan Penumbral Sebagian

 

Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.

Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.

Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana BulanMomen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya:

1.      P1

P1 adalah kontak I penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.

2.      P2

P2 adalah kontak II penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi, seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi.

3.      U1

U1 adalah kontak I umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

4.      U2

U2 adalah kontak II umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan.

5.      Puncak Gerhana

Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum.

6.       U3

U3 adalah kontak III umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi, ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan.

7.      U4

U4 adalah kontak IV umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

8.      P3

P3 adalah kontak III penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2.

9.       P4

P4 adalah kontak IV penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan.

Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase:

       a. fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1, dan antara U4-P4

       b. fase gerhana umbral: selang antara U1-U4

       c. fase total: selang antara U2-U3

Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Misalnya saat gerhana bulan total, keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Untuk gerhana bulan sebagian, karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi, maka U2 dan U3 tidak akan terjadi, sehingga fase total tidak akan diamati. Untuk gerhana penumbral total, karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi, maka U1, U2, U3, dan U4 tidak akan terjadi, karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian, hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi.

 

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

 

1.3  Planet – planet Yang Baru Ditemukan Di Tata Surya

 

Bumi memiliki planet tetangga baru. Namun, bukan terletak di tata surya tempat Bumi bernaung. Planet tetangga itu terletak di luar tata surya pada jarak 33 tahun cahaya, tergolong dekat.

Planet tetangga baru Bumi tersebut diberi nama UCF 1.01. Ukuran planet itu hanya dua pertiga ukuran Bumi. UCF 1.01 mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga mengorbit hanya dalam waktu 1,4 hari.

Gambar 1.3 Planet UCF 1.01

 

Karena berjarak sangat dekat dengan bintangnya, planet ini mustahil untuk dihuni. Temperatur permukaannya 538 derajat celsius, tak memiliki atmosfer, dan permukaannya berupa lelehan.

Kevin Stevenson, mahasiswa PhD di university Central Florida yang terlibat penemuan itu, mengatakan, "Kami menemukan bukti kuat planet yang sangat kecil, panas, dan dekat dengan bintangnya dengan teleskop Spitzer."

Saat menemukan, sebenarnya Stevenson dan rekannya sedang mempelajari planet panas seukuran Neptunus yang bernama GJ 436b. Planet itu diketahui mengelilingi bintang katai merah GJ436. Mengamati dengan metode transit, yakni dengan melihat kedipan cahaya bintang akibat adanya planet yang lewat di mukanya, peneliti mendeteksi adanya kemungkinan GJ486 memiliki satu atau dua planet lain.


Gambar 1.3 Planet GJ 436b

Berdasarkan temuan itu, maka pengamatan lebih lanjut dilakukan dengan Spitzer, wahana Deep Impact, Very Large Telescope di Cile, dan Canada-France-Hawaii Telescope dekat Mauna Kea di Hawaii. Dengan temuan ini, maka GJ486 mungkin diorbit oleh lebih dari satu planet. Meski demikian, penelitian massa UCF 1.01 masih harus dilakukan untuk bisa memastikan bahwa obyek itu memang planet.

"Saya harap observasi ke depan akan mengonfirmasi penemuan yang menarik ini, yang menunjukkan bahwa Spitzer bisa menemukan planet seukuran Mars," kata Michael Werner, peneliti NASA untuk misi Spitzer seperti dikutip EurekAlert
.

 

Teleskop canggih angkasa luar Hubble, berhasil mengambil gambar empat planet di luar tata surya. Berdasarkan pantauan dua tim astronom, teleskop milik Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) tersebut menunjukkan empat bintik putih, yang merupakan planet yang berjarak ratusan triliun kilometer dari bumi.

Tiga planet mengorbit bintang yang sama, sedangkan satunya lagi mengitari bintang lain. Tidak ditemukan tanda-tanda bahwa empat planet tersebut bisa dihuni.

Kendati demikian, penemuan empat planet di luar tata surya tersebut merupakan pencapaian terbesar para astronom. Selain itu membangkitkan optimisme bahwa akan ada planet-planet di luar tata surya yang mungkin bisa layak huni.

"Siapa tahu ada planet-planet lain menyerupai bumi dan berpotensi ada kehidupan di luar sana," kata Bruce Macintosh, astronom dari the Lawrence Livermore National Lab. Dia memimpin salah satu dari dua tim fotografer.

Tim pimpinan Macintosh menggunakan dua teleskop darat, sedangkan yang lain mengandalkan foto-foto dari teleskop Hubble. Teleskop yang telah berusia 18 tahun tersebut selama ini mengambil gambar-gambar "exoplanet." Artinya, planet-planet yang tidak mengelilingi matahari. Penemuan dari Hubble tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science, Kamis 13 November 2008.

Planet yang gambarnya direkam Hubble adalam salah satu dari exoplanet yang terkecil yang pernah ditemukan. Bentuknya tiga kali lebih besar dari planet Jupiter dan kemungkinan memiliki cincin mirip dengan planet Saturnus. 

Planet itu mengitari bintang yang bernama "Fomalhaut" atau "Fum-al-Hut," yang dalam bahasa Arab berarti "mulut ikan." Jarak planet tersebut dari bumi sekitar 148 triliun mil. Suhu planet tersebut diperkirakan sekitar 260 derajat farenheit, namun relatif lebih dingin ketimbang exoplanet lain. 

 

Gerhana matahari dan bulan beserta planet-planet yang baru di temukan di tata surya


1.1            Gerhana Matahari


Gambar 1.1 Gerhana Matahari

Gerhana Matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Gerhana Matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana Matahari total, gerhana Matahari sebagian, dan gerhana Matahari cincin.


Gambar 1.1 Gerhana Matahari Total

Sebuah gerhana Matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.


Gambar 1.1 Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.


    Gambar 1.1 Gerhana Matahari Cincin

Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.

Gerhana Matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana Matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.

 

 


1.2   

1.2   Gerhana Bulan


               Gambar 1.2 Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Macam-macam Gerhana Bulan

Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:

1.      Gerhana Bulan Total

Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.


Gambar 1.2 Gerhana Bulan Total

2.      Gerhana Bulan Sebagian

Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian.


Gambar 1.2 Gerhana Bualan Sebagian

3.      Gerhana Bulan Penumbral Total

Pada gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.

 Gambar 1.2 Gerhana Bulan Penumbral Total

 

 

4.      Gerhana Bulan Penumbral Sebagian


Gambar 1.2 Gerhana Bulan Penumbral Sebagian

 

Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.

Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.

Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana BulanMomen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya:

1.      P1

P1 adalah kontak I penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.

2.      P2

P2 adalah kontak II penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi, seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi.

3.      U1

U1 adalah kontak I umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

4.      U2

U2 adalah kontak II umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan.

5.      Puncak Gerhana

Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum.

6.       U3

U3 adalah kontak III umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi, ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan.

7.      U4

U4 adalah kontak IV umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

8.      P3

P3 adalah kontak III penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2.

9.       P4

P4 adalah kontak IV penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan.

Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase:

       a. fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1, dan antara U4-P4

       b. fase gerhana umbral: selang antara U1-U4

       c. fase total: selang antara U2-U3

Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Misalnya saat gerhana bulan total, keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Untuk gerhana bulan sebagian, karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi, maka U2 dan U3 tidak akan terjadi, sehingga fase total tidak akan diamati. Untuk gerhana penumbral total, karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi, maka U1, U2, U3, dan U4 tidak akan terjadi, karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian, hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi.

 

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

 

1.3  Planet – planet Yang Baru Ditemukan Di Tata Surya

 

Bumi memiliki planet tetangga baru. Namun, bukan terletak di tata surya tempat Bumi bernaung. Planet tetangga itu terletak di luar tata surya pada jarak 33 tahun cahaya, tergolong dekat.

Planet tetangga baru Bumi tersebut diberi nama UCF 1.01. Ukuran planet itu hanya dua pertiga ukuran Bumi. UCF 1.01 mengorbit sangat dekat dengan bintangnya sehingga mengorbit hanya dalam waktu 1,4 hari.

Gambar 1.3 Planet UCF 1.01

 

Karena berjarak sangat dekat dengan bintangnya, planet ini mustahil untuk dihuni. Temperatur permukaannya 538 derajat celsius, tak memiliki atmosfer, dan permukaannya berupa lelehan.

Kevin Stevenson, mahasiswa PhD di university Central Florida yang terlibat penemuan itu, mengatakan, "Kami menemukan bukti kuat planet yang sangat kecil, panas, dan dekat dengan bintangnya dengan teleskop Spitzer."

Saat menemukan, sebenarnya Stevenson dan rekannya sedang mempelajari planet panas seukuran Neptunus yang bernama GJ 436b. Planet itu diketahui mengelilingi bintang katai merah GJ436. Mengamati dengan metode transit, yakni dengan melihat kedipan cahaya bintang akibat adanya planet yang lewat di mukanya, peneliti mendeteksi adanya kemungkinan GJ486 memiliki satu atau dua planet lain.


Gambar 1.3 Planet GJ 436b

Berdasarkan temuan itu, maka pengamatan lebih lanjut dilakukan dengan Spitzer, wahana Deep Impact, Very Large Telescope di Cile, dan Canada-France-Hawaii Telescope dekat Mauna Kea di Hawaii. Dengan temuan ini, maka GJ486 mungkin diorbit oleh lebih dari satu planet. Meski demikian, penelitian massa UCF 1.01 masih harus dilakukan untuk bisa memastikan bahwa obyek itu memang planet.

"Saya harap observasi ke depan akan mengonfirmasi penemuan yang menarik ini, yang menunjukkan bahwa Spitzer bisa menemukan planet seukuran Mars," kata Michael Werner, peneliti NASA untuk misi Spitzer seperti dikutip EurekAlert
.

 

Teleskop canggih angkasa luar Hubble, berhasil mengambil gambar empat planet di luar tata surya. Berdasarkan pantauan dua tim astronom, teleskop milik Badan Angkasa Luar Amerika Serikat (NASA) tersebut menunjukkan empat bintik putih, yang merupakan planet yang berjarak ratusan triliun kilometer dari bumi.

Tiga planet mengorbit bintang yang sama, sedangkan satunya lagi mengitari bintang lain. Tidak ditemukan tanda-tanda bahwa empat planet tersebut bisa dihuni.

Kendati demikian, penemuan empat planet di luar tata surya tersebut merupakan pencapaian terbesar para astronom. Selain itu membangkitkan optimisme bahwa akan ada planet-planet di luar tata surya yang mungkin bisa layak huni.

"Siapa tahu ada planet-planet lain menyerupai bumi dan berpotensi ada kehidupan di luar sana," kata Bruce Macintosh, astronom dari the Lawrence Livermore National Lab. Dia memimpin salah satu dari dua tim fotografer.

Tim pimpinan Macintosh menggunakan dua teleskop darat, sedangkan yang lain mengandalkan foto-foto dari teleskop Hubble. Teleskop yang telah berusia 18 tahun tersebut selama ini mengambil gambar-gambar "exoplanet." Artinya, planet-planet yang tidak mengelilingi matahari. Penemuan dari Hubble tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science, Kamis 13 November 2008.

Planet yang gambarnya direkam Hubble adalam salah satu dari exoplanet yang terkecil yang pernah ditemukan. Bentuknya tiga kali lebih besar dari planet Jupiter dan kemungkinan memiliki cincin mirip dengan planet Saturnus. 

Planet itu mengitari bintang yang bernama "Fomalhaut" atau "Fum-al-Hut," yang dalam bahasa Arab berarti "mulut ikan." Jarak planet tersebut dari bumi sekitar 148 triliun mil. Suhu planet tersebut diperkirakan sekitar 260 derajat farenheit, namun relatif lebih dingin ketimbang exoplanet lain. 

 

Selasa, 25 September 2012

SURAT CINTA UNTUK KAKAK KELAS DALAM MOS

hayy,...Lagi butuh surat cinta ya buat MOS???
tinggal copy paste aja disini,....
semoga berguna bagi kalian semua,...

Yuk kita simak berikut ini surat yang siap saji buat kamu layangkan kepada kakak mos kamu



Dear kakak ……. (sebutkan nama)

Sebelumnya aku minta maaf dan cuma ingin bertanya, Emang kakak terkena diabetes ya? Aku bukan anak dokter, apalagi dokternya. Tapi aku bisa melihat itu semua karena wajah kakak begitu manis. Tuh lihat keringatnya aja yang keluar kecap *manis gitu.

Sejak berkenalan dengan mu, bagiku kamu itu seperti Lord Voldemort yang selalu menghantui Harry Potter. Saat makan selalu teringat wajahmu, saat belajar aljabar yang keluar malah Aku + Kamu = Anak Kita *eh.
Ehem.. sebenarnya aku cuma mau berterimakasih karena telah mau membimbing pada waktu MOS ini. Semoga setelah MOS, kita bisa berkenalan lebih dekat lagi.

Sebelum surat ini ditutup, aku mau ngasih pantun… “Berakit-rakit ke penghulu, berenang kita ke pernikahan” ^_^.

Nb: Punya twitter gak kak? Bisa dong nanti aku follow. Terus nanti kakak followback ya! Kalau gak mau, followback hatiku aja gak papa kok :*


 
Nah kamu atur sendiri dibagiam mana yang kurang bagus menurut kamu, setelah itu siap-sipa saja untuk kita kirim hehehe....













Contoh Surat Cinta untuk kakak kelas,..
Buat PDKT,laki laki,perempuan,..    :)


Dear Kakak Kelas yang baik,   (boleh sebutin namanya)
Kakak tentu terkejut menerima surat dariku karena Kakak tidak mengenalku. Ya, memang itu tujuanku Kak, aku ingin berkenalan dengan Kakak.

Aku sudah lama memperhatikan Kakak. Entah Kakak tahu atau tidak, setiap hari aku duduk di bangku taman di depan kelas Kakak. Bangku itu selalu Kakak lewati setiap Kakak akan masuk kelas. Dan di sanalah aku selalu duduk hanya untuk melihat Kakak melintas. Setelah Kakak masuk kelas, aku pun langsung ke kelasku karena aku tahu bahwa Kakak tidak akan keluar lagi sampai saatnya isturahat. Aku tahu karena setiap hari aku selalu memperhatikan Kakak.
Oh ya, Kak, namaku Pingkan. Aku anak kelas 1F. Tinggal di daerah Kemang.
Aku tulis surat ini untuk berkenalan dengan Kakak. Aku dengar Kakak bukan hanya jago main basket tapi Kakak juga pandai. Kakak selalu menjadi juara kelas. Wah, senangnya jika aku bisa dekat dengan Kakak. Aku tentu akan ketularan pandai juga.
Aku harap Kakak tidak keberatan untuk menerima perkenalanku dan mau membalas surat ini.
Dari yang menunggu balasan,
Pingkan







Surat cinta buat kakak kelas cowo

Kepada Kakak Kelasku yang Tampan,
Perkenalkan namaku Indy, Kak. Aku anak
baru di sekolah ini, kelas IB.
Kak, aku menyukaimu. Maafkan kalau aku
straight to the point. Aku memang begini,
suka bicara apa adanya.
Perasaanku tidak datang dengan tiba-tiba,
Kak, melainkan sudah kupendam sejak kali
pertama aku mengenalmu, saat MOS dulu.
Kau yang tampan dengan tubuh yang
tinggi dan atletis langsung menyita
perhatianku. Apalagi seyummu yang
sangat manis… Oh, aku selalu ingin
memandangnya walaupun Kakak tidak
tahu kalau sedang aku pandangi.
Kalau kini kukirim surat ini, Kak, artinya aku
sudah tidak tahan lagi memendam rasa
sukaku padamu di dalam dadaku. Aku
harus menyampaikan kepadamu, Kak.
Tentunya lewat surat ini.
Sebenarnya aku ingin mengatakannya
langsung kepadamu Kak, tetapi aku belum
yakin bahwa Kakak ingat padaku. Aku anak
yang Kakak hukum untuk meminta tanda
tangan seluruh Kakak Kelas karena aku lupa
untuk mengerjakan tugas dari Kakak.
Apa Kakak sudah ingat padaku?
Kak, aku ingin tahu jawabanmu. Kakak
boleh membalas surat ini. Atau, kalau Kakak
tidak suka menulis surat, Kakak bisa
menemuiku. Aku sering berada di ruang
baca perpustakaan dan duduk di sudut
dekat jendela yang menghadap ke air
mancur.
Aku tunggu jawabmu, Kak. Apa pun
jawabanmu.
Salam sayang,
Dari Adik Kelasmu





SELAMAT MOS,....


Senin, 24 September 2012

Gerakan Anggota Tata Surya dan Nama Nama Planet Anggota Tata Surya

          Gerakan Anggota Tata  Surya
Anggota Tata Surya bergulir matahari memiliki dua gerakan yaitu rotasi dan revolusi. Rotasi, yaitu gerak tubuh langit di mengorbit porosnya. Periode rotasi adalah waktu yang digunakan untuk satu rotasi. Sementara Revolusi, yang gerak tubuh langit di mengorbit matahari. Periode revolusi adalah waktu yang dibutuhkan untuk satu revolusi.
Di bawah ini dibahas beberapa teori tentang gerak benda langit.
1.
         Teori    geosentris
Teori ini dinyatakan oleh Claudius Ptolemaeus (di AD abad ke-2), yang menyatakan: ". Semua badan celestrial beredar mengorbit bumi, posisi bumi di luar angkasa adalah pusat sirkulasi"

2. Teori heliosentris
Hal ini dinyatakan oleh Nicholas Copernicus, dari bahasa Jerman (1472-1543) yang menyatakan: ". Tidak bumi adalah pusat peredaran benda langit, namun matahari adalah pusat peredaran benda langit"
Teori ini ditemukan dalam buku berjudul: "De Revolutionimbus orbium coelestium". Karena teori itu, Copernicus diberikan julukan yang Bapak Perintis Astronomi Modern. Pendukung teori heliosentris antara lain adalah Galileo Galilei dan Issac-Newton (Pendiri teori gravitasi).

Isi teori gravitasi adalah sebagai berikut:
a. Setiap benda angkasa di alam semesta ini memiliki gravitasi.
b. Antara satu tubuh ke tubuh lain menarik satu sama lain.
c. Planet berputar matahari dan tidak keluar dari orbit mereka, karena adanya gaya gravitasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
Merkurius
Merkurius (0,4 SA dari Matahari) adalah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Merkurius tidak memiliki satelit alami dan ciri geologisnya di samping kawah meteorid yang diketahui adalah lobed ridges atau rupes, kemungkinan terjadi karena pengerutan pada perioda awal sejarahnya.[26] Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaannya karena semburan angin surya.[27] Besarnya inti besi dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut dugaan hipotesa lapisan luar planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan perkembangan ("akresi") penuhnya terhambat oleh energi awal Matahari.[28][29]
Venus
Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Dan seperti bumi, planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan memiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih padat dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 400 °C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung di dalam atmosfer.[30] Sejauh ini aktivitas geologis Venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer Venus berasal dari gunung berapi.[31]
Bumi
Bumi (1 SA dari Matahari) adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki mahluk hidup. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen.[32] Bumi memiliki satu satelit, bulan, satu-satunya satelit besar dari planet kebumian di dalam Tata Surya.
Mars
Mars (1,5 SA dari Matahari) berukuran lebih kecil dari bumi dan Venus (0,107 massa bumi). Planet ini memiliki atmosfer tipis yang kandungan utamanya adalah karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung berapi raksasa seperti Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan aktivitas geologis yang terus terjadi sampai baru belakangan ini. Warna merahnya berasal dari warna karat tanahnya yang kaya besi.[33] Mars mempunyai dua satelit alami kecil (Deimos dan Phobos) yang diduga merupakan asteroid yang terjebak gravitasi Mars.[34]
 
 
 
 
 
 
 
 
Yupiter
Yupiter (5,2 SA), dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah hidrogen dan helium. Sumber panas di dalam Yupiter menyebabkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen pada atmosfernya, sebagai contoh pita pita awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Yupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganymede, Callisto, Io, dan Europa menampakan kemiripan dengan planet kebumian, seperti gunung berapi dan inti yang panas.[44] Ganymede, yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih besar dari Merkurius.
Saturnus
Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan Yupiter, sebagai contoh komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus hanya sebesar 60% volume Yupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga Yupiter atau 95 kali massa bumi, membuat planet ini sebuah planet yang paling tidak padat di Tata Surya. Saturnus memiliki 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan activitas geologis, meski hampir terdiri hanya dari es saja.[45] Titan berukuran lebih besar dari Merkurius dan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer yang cukup berarti.
Uranus
Uranus (19,6 SA) yang memiliki 14 kali massa bumi, adalah planet yang paling ringan di antara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari Matahari dengan bujkuran poros 90 derajad pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas.[46] Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.
Neptunus
Neptunus (30 SA) meskipun sedikit lebih kecil dari Uranus, memiliki 17 kali massa bumi, sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak Yupiter atau Saturnus.[47] Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya aktif, dan memiliki geyser nitrogen cair.[48] Triton adalah satu-satunya satelit besar yang orbitnya terbalik arah (retrogade). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor pada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini memiliki resonansi 1:1 dengan Neptunus.
 
 
 
 
Pengertian Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada sumbunya. Bumi dapat berputar karena disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi. Sedangkan pengertian revolusi bumi adalah gerakan berputarnya bumi mengelilingi matahari. Baik rotasi bumi maupun revolusi bumi arahnya dari barat ke timur. Kala rotasi bumi adalah 23 jam 56 menit 4 detik, selang waktu ini disebut satu hari. Sekali berotasi, bumi menempuh 360 bujur selama 24 jam. Artinya 10 bujur menempuh 4 menit. Dengan demikian, tempat-tempat yang berbeda 10 bujur akan berbeda waktu 4 menit.
Jika kita mengamati atau melihat matahari dari bumi tempat kita berpijak, maka matahari tampak terbit dari timur , melintas di atas langit, kemudian terbenam di barat. Pada malam harinya bintang juga terlihat serupa, dari timur ke barat. Sebelum abad ke-16 banyak orang mempercayai bahwa bumi tidak berputar, matahari dan bintang-bintang lainnya lah yang mengelilingi bumi. Namun setelah itu manusia mulai paham bahwa bumi yang berotasi atau berputar pada porosnya hari demi hari, karena rotasi inilah maka matahari dan bintang-bintang lainnya di langit tampak bergerak dari timur ke barat.
Penanggalan
Bulan mengelilingi bumi dalam waktu sekitar 27 hari. Diperlukan waktu 29 hari atau satu bulan jawa untuk menyelesaikan seluruh fase penampakan bulan. Setiap kali tiba masa bulan baru, bulan tampak gelap kelam. Lalu tampak semburat sabit tipis yang menyorot dari salah satu sisi. Tembereng terang ini terus meluaskan wajahnya, hingga suatu saat tampak bulat purnama. Setelah itu cahaya bulan kembali menyempit, sampai akhirnya menjadi tipis lagi.
Gejala pasang-surut dan gerhana
Ketika bulan mengedari bumi, gaya gravitasi bulan menarik air laut. perubahan tinggi muka air laut dinamakan pasang surut. Matahari juga ikut memicu gejala pasang surut. Variasi pasang surut terbesar terjadi ketika matahari dan bulan terletak segaris dengan bumi.
Pada saat bumi berada di antara matahari dan bulan, bayangan bumi jatuh ke atas permukaan bulan. Gerhana matahari terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari. Walaupun jari-jari (radius) bulan hanya 1/400 jari-jari matahari, bulan terletak pada jarak 1/400 dari jarak matahari ke bumi sehingga gerhana matahari total dapat terjadi.
 
 
 
 
Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Bumi mengelilingi matahari pada orbitnya sekali dalam waktu 365¼.waktu 365¼ atau satu tahun surya disebut kala revolusi bumi. Ternyata poros bumi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi. Revolusi ini menimbulkan beberapa gejala alam yang berlangsung secara berulang tiap tahun diantaranya perbedaan lama siang dan malam, gerak semu tahunan matahari, perubahan musim, dan perubahan penampakan rasi bintang, serta kalender masehi.